Portable untuk Flash Disk

Bagi Anda yang mempunyai laptop, tentu akan mudah menjalankan aplikasi komputer yang biasa digunakan di mana saja sepanjang Anda membawa laptop tersebut. Anda tidak terhambat oleh masalah ketiadaan aplikasi beserta pengaturan setting yang diinginkan pada suatu program. Berbeda dengan yang belum beruntung memiliki laptop seperti saya saat ini, ketika berpindah tempat maka komputer yang dihadapi berbeda. Masalah muncul, ketika suatu program yang diperlukan tidak tersedia, atau kalaupun ada, plugin tidak tersedia atau tidak mempunyai hak untuk mengatur settingnya. Namun, dengan hadirnya berbagai aplikasi portabel, permasalahan tersebut berangsur-angsur dapat diatasi. Dengan hanya menggunakan USB flash disk beberapa aplikasi kesayangan beserta konfigurasinya sudah dapat dijalankan di beberapa tempat.

Aplikasi Portabel (Portable Application atau biasa disingkat Portable App) adalah software aplikasi atau program komputer yang dapat dijalankan tanpa perlu melakukan instalasi pada komputer yang digunakan, dan dapat disimpan dan dijalankan dari removable media seperi CD-ROM, USB flash disk, flash card, ataupun floppy disk (disket). Pengaturan konfigurasi suatu portable application hendaknya tersimpan pada media tempat aplikasi tersebut, tidak tergantung pada komputer dimana aplikasi dijalankan, seperti penulisan pada registry Windows. Selain itu, ketika aplikasi selesai dijalankan, aplikasi tidak meninggalkan jejak (footprint) pada komputer yang digunakan untuk menjalankannya. Demikian yang saya peroleh dari halaman Wikipedia . Suatu saat nanti, suatu portable application bisa jadi dapat dijalankan pada komputer dengan sistem operasi apapun (cross platform).

Removable media yang paling umum digunakan untuk menyimpan portable application adalah USB flash disk. Alasannya mempunyai kapasitas penyimpanan jauh lebih besar dari sebuah disket, tetapi mempunyai sifat writable yang perlu dalam menyimpan konfigurasi aplikasi, dan mempunyai interface langsung ke komputer. Semakin murahnya harga USB flash disk dengan kapasitas yang semakin besar mendorong semakin banyak yang menggunakan media ini.

Untuk menyimpan sebuah aplikasi portable dalam USB flash disk pada dasarnya dapat langsung dilakukan dengan mengekstrak paket aplikasi yang diterima atau didownload. Setelah itu kita dapat menjalankan file eksekusinya. Misalnya saja, ketika mendownload paket file zip antivirus Ansav, kita dapat langsung mengekstrak ke USB flash disk, setelahnya kita dapat langsung menjalankannya dengan mengklik file A-NSA~V3.2.EXE. Banyak software yang dari awal memang sudah bersifat portable, seperti yang masuk dalam direktori Portable Freeware.

Semakin bertambahnya portable application yang digunakan menuntut adanya cara bagaimana menjalankan aplikasi-aplikasi tersebut secara mudah. Untuk itu kita dapat menggunakan program peluncur aplikasi (application launcher) sebagai program pembuka yang menyimpan shortcut-shortcut ke aplikasi. PStart adalah salah satu contoh yang pernah saya coba. Jika ada yang mempunyai kebebasan untuk membuat shortcut ke file aplikasinya, yang lain menuntut adanya struktur tertentu direktori dan file aplikasinya, misalnya saja application launcher untuk PortableApps , yang hadir bersamaan dengan paket aplikasinya maupun dapat didownload secara tersendiri. Meskipun begitu, PortableApps masih memberi kebebasan untuk menambah aplikasi portable lain selain yang tersedia di websitenya, berbeda dengan yang diterapkan pada U3.

U3 merupakan teknologi yang memang didesign untuk tujuan portable application. Dari segi hardware, U3 memerlukan USB flash disk yang khusus dibuat untuk itu yang disebut U3 Smart Drive, dengan ditandai label U3. Ketika berkeliling di dua mal komputer di Bandung, hanya beberapa toko yang menjual USB flash disk jenis ini. Saya sendiri membeli USB flashdisk merk Toshiba berkapasitas 2GB dengan harga Rp 175.000. Ketika dimasukkan ke port USB, maka akan muncul dua drive baru pada komputer dan salah satunya terbaca sebagai CD drive. Application launcher sudah tersedia didalamnya. Di website U3 disediakan software-software yang dapat diinstalkan ke dalamnya, baik yang free maupun berbayar. Software-software yang dapat diinstalkan pun harus yang dipaketkan khusus untuk U3 Smart Drive. Di sinilah berkurangnya kebebasan ketika akan menambahkan aplikasi lain yang belum tersedia paket U3-nya.

USB flash disk biasa saya, sudah terisi dengan berbagai aplikasi dengan application launcher dari PortableApps, sedang U3 Smart Drive baru terinstal beberapa aplikasi di dalamnya. Setelah menimbang-nimbang, sepertinya masih tetap mengoperasikanUSB flash disk yang biasa, karena lebih bebas menambahkan aplikasi lain. Apalagi, kemarin sudah bisa membuat BlogDesk berjalan di dalamnya, dan entry sebelum ini sudah mulai diposting dari sini.

0 Response to "Portable untuk Flash Disk"

Post a Comment